menurutmu surga itu seperti apa?
apakah seperti lollipop? atau rainbow cake kah? atau seperti lagu klasik?
menurutku surga itu seperti melihat orang yang ada di sekelilingmu bahagia.
menurutmu surga itu seperti apa?
apakah seperti lollipop? atau rainbow cake kah? atau seperti lagu klasik?
menurutku surga itu seperti melihat orang yang ada di sekelilingmu bahagia.
Tuhan…. aku bingung akan berjalan ke arah mana?
kekanankah? kekirikah? atau aku harus diam dan berpura-pura tidak tahu
jika aku ke kanan, apa yang harus ku lakukan dalam perjalanan?
jika aku ke kiri, akan jadi apakah aku?
jika aku berdiam, haruskah aku melihat orang yang berlalu lalang di hadapanku?
ya Tuhan… ini sangat menyulitkanku
dapatkah Kau turun ke bumi ini untuk melihat keadaanku yang sangat menyedihkan ini untuk beberapa menit saja?
atau bagaimana kalau beberapa detik? mungkin kau bisa mampir untuk 3 detik saja
aku hanya ingin memelukmu, mungkin itu bisa menenangkan hatiku
dan juga, bolehkah aku bertanya kemana aku akan pergi?
is it really shoe? whoa!
what is dream? do you have a dream?
it’s a difficult question to answer for me and maybe for you too
Menurut aku sih impian itu sama dengan cita-cita, jadi sebut aja impian itu cita-cita okay?. Waktu SD sih aku punya segudang impian dan cita-cita yang paling sering aku tuliskan sewaktu mengisi biodata sih dokter, itu berlanjut sampai aku lulus SMP.
tapi sekarang kan aku udah SMA apa cita-cita itu masih berlanjut?
sayangnya sih enggak, waktu kelas satu SMA, aku meutuskan untuk ganti cita-cita untuk jadi hakim(yang selalu aku tuliskan “hakim yang bijaksana” itu karena banyak banget hakim yang mudah disogok jadi aku nambahin kata itu dibelakangnya). Kenapa aku mau jadi hakim? mmm aku juga gak tau kenapa, mungkin karena rumah tangga artis-artis saat itu lagi pada digonjang-ganjing kali ya haha…. enggaklah.
Kemudian cita-cita itu pupus saat aku naik ke kelas 3, mungkin karena para artis lagi pada bahagia(again?). Okay, kita balik ke topik. Jadi karena aku ngerasa aku gak akan bisa dan pasti akan berlawanan dengan keyakinan aku jadi aku putuskan untuk mencoret hakim dari list cita-citaku(tapi tetap aja ditulis di daftar riwayat hidup hehe). Sekarang aku bingung aku harus jawab apa sewaktu ditanya keluarga, guru, teman, atau siapapun yang nanya “What is your dream?” and suddenly i think “what is my dream?” jadi jangan pernah coba tanya apa impian aku karena kalian gak akan pernah dapet jawabannya. Try to silent and calm when you beside me, okay?.
jadi intinya adalah I have a dream also but should i tell you what is? yang pasti apapun aku punya dream itu pasti hanya aku yang tahu dan Tuhan yang berkehendak atas aku. Aku cuma mau ngingetin aja kalo kalian pernah bilang “ih masa gak punya impian..” Don’t judge but look back at yourself. kalo ngomong doang sih gampang tapi meraihnya itu pasti butuh proses yang banyak dan cukup melelahkan. So, do your the best aja.
(14-2012)
oil on canvas
150x190cm
(Source: italdred)
“As flower as fall in the autumn”
mmmmm..
pernah gak berpikir kalo kita hidup di dunia untuk apa?
apa cuma sekedar pergi ke mal utk berbelanja dgn teman-teman?
belajar satu hari penuh utk mendapat nilai baik?
memikirkan seseorang yg tidak pernah memikirkan kita?
sebenarnya ini hanya pemikiran yg kecil, tapi sangat berpengaruh dlm hidup
Tuhan aja menciptakan kita untuk satu tujuan
tapi kenapa kita hidup kayak gk punya tujuan?
sekarang pikirkanlah sesuatu yg Tuhan kehendaki utkmu
kemudian jadikan itu suatu harapan
lalu kejar dan gapai harapan itu
sampai suatu hari kamu meraihnya
setelah itu temukanlah hal menarik lainnya yg Tuhan sudah berikan utkmu
jangan lupa untuk menyisipkan doa disegala harapan dan usaha
kamu adalah pelangi
kamu adalah bintang
yang selalu mewarnai hari-hari
yang selalu menerangi jalanku ketika takut
kamu mungkin tidak akan pernah tau karena aku tidak pernah memberitahu kamu
kamu juga tidak akan pernah menyadari
aku berpikir hidup ini terasa lucu
mencintai seseorang tanpa tahu dia cinta atau tidak
kemudian menghabiskan waktu hanya untuk menunggu yang tak pasti
ketika aku ingin memulai untuk melupakannya
dia datang dan memberi harapan
yang pada akhirnya harapan yang tak pasti itu
tidak akan pernah terjadi
ketika memilikinya kita bahagia dengannya
tapi dia tidak bahagia dengan kita
hingga kita terpaksa memutuskan untuk merelakannya
tapi ketika melihat dia bahagia bersama orang lain
hati ini terasa tersayat-sayat
ingin sekali memeluknya dan berkata “aku sayang kamu”
aku tidak suka perbedaan
tapi mengapa ada perbedaan di dunia ini?
sehingga aku tidak layak untuknya
aku tidak suka kata “kalau”
“kalau saja dia sama denganku
“kalau saja aku sederajat dengan dia”
aku bingung harus melakukan apa?
apakah aku harus memendam perasaan ini sendirian sampai maut terjadi?
(Source: aysayako)
(Source: leilockheart)